« The Colour of Love | Main | Nonton Bareng AAC »

Bad Feeling

Aku sering banget punya feeling ga enak. Dari sekian banyak feeling burukku, hanya sedikit saja yang bisa aku rasakan dengan jelas gambarannya. Dan malangnya yang jelas itulah yang benar-benar terjadi. Yang lainnya mungkin hanya sekadar pengaruh gangguan emosi akibat manifestasi alergi. Ga banyak yang aku ingat dari bad feelingku yang nyata terjadi.  

Peristiwa pertama yang sangat aku ingat adalah ketika aku masih kelas 6 SD. Ketika orang yang ingin menjual tanahnya ke bapak datang ke rumah. Saat sepintas melihat orang tersebut, tiba-tiba terlintas sesuatu yang tak lazim di benakku. Aku bisa-bisanya berfikir bagaimana kalau orang tersebut tertabrak motor kemudian meninggal. Astaghfirullah... gumamku ketika aku tersadar dari fikiran kacauku. Aku segera shalat, memohon ampunan dariNya, dan berusaha melupakan fikiran jahat itu. Dari bapak, aku tahu kalau orang tersebut berjanji akan datang ke rumah seminggu kemudian. Saat waktu telah berlalu selama seminggu, kemudian beranjak menuju dua minggu, orang tersebut tak jua datang ke rumah. Setelah dua minggu, bapak bermaksud menemui orang tersebut di rumahnya. Ketika bapak sudah sampai rumah, beliau bercerita kalau tidak dapat menemui orang tersebut karena sudah meninggal tertabrak motor 7 hari yang lalu. Aku langsung lemas mendengarnya. Ampuni aku ya rabbi. Aku takut, takuuut sekali. Aku berharap tak mengalaminya lagi.

Saat aku beranjak dewasa, tak ada sesuatu yang khusus mengenai bad feeling. Hanya beberapa kali aku pernah mencium wangi bunga yang tak biasa dan aromanya cepat sekali menghilang. Dan hanya ibuku yang juga bisa merasakannya. Bapak dan adikku tak bisa merasakan wangi bunga tersebut sehingga kami sering debat dibuatnya. Wangi bunga yang sama sekali ga mungkin menyelimuti rumahku karena di sekitar rumahku ga ada bunga yang aromanya sangat-sangat wangi. Beberapa saat setelah kejadian debat itu, selalu saja ada kabar duka cita dari kerabat menghampiri kami. Begitukah caraMu mengabarkannya pada kami ya rabbi?

Hal lain yang aku ingat adalah saat SMA. Di suatu pagi saat berangkat sekolah, aku merasa sangat ingin bertemu dengan mbah putriku. Selama di sekolah, aku sangat ga tenang. Begitu bel tanda pulang sekolah berbunyi, aku langsung berlari menuju rumah mbah putri yang jaraknya ga ada 1 km dari sekolah. Sesampai di rumah yang penuh dengan kenangan masa kecilku itu, hanya sunyi yang aku dapati. Dari tetangga, aku mendapat kabar kalau mbah putri sakit dan dibawa ke rumah sakit sejak pagi tadi. Rabb, itukah jawaban atas kegelisahanku hari ini, rintihku pilu.

Kejadian yang aku rasakan aneh juga terjadi saat SMA ketika aku dua kali terpeleset di rumah dan satu kali jariku tiba-tiba berdarah selama 3 hari berturut-turut. Aku bukanlah orang yang percaya akan pertanda buruk. Aku pernah beberapa kali terpeleset dan seringkali juga jariku berdarah. Dan tidak ada sesuatu yang buruk terjadi padaku. Akan tetapi, ada perasaan lain menghinggapiku saat itu. Aku sudah berusaha menguapkannya dan melemparkan jauh-jauh perasaan itu, tapi ia tak jua mau beranjak pergi dariku. Aku ga tahu mengapa aku bisa seyakin itu kalau sesuatu yang buruk sebentar lagi terjadi padaku dan itu berkaitan dengan sekolah. Beberapa hari kemudian semuanya terjawab. Peringkat kelasku terjun bebas.

Beberapa kejadian yang pernah aku alami seputar bad feeling tetap tak membuatku percaya kalo feelingku tepat. Sampai suatu ketika... Kamu sih, pake feeling kalo aku ga jadi. Degh, kalimat yang bernada bercanda itu terasa meruntuhkan dinding ketegaran dan senyum keceriaan yang sedang kubangun saat itu. Mas arif – kakak baik hati yang sudah mau menemaniku dan membantuku memunguti kembali serpihan-serpihan asa yang sempat tercerabik dari hidupku – tiba-tiba melontarkan kalimat itu padaku. Aku sangat sedih. Otakku tiba-tiba memutar kembali kembali rangkaian peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu. Aku ga nyangka kalo bad feelingku benar terjadi pada mas arif. Mas, andai aku bisa memutar waktu untuk kembali ke masa itu, aku sangat berharap bisa mendapat feeling yang baik saat aku bertemu dengan samudera cintamu.

Yeah, aku ga suka punya bad feeling. Aku berharap apabila sesuatu yang buruk itu harus terjadi ya sudah terjadi sajalah tanpa aku harus mempunyai bad feeling tentangnya. Entahlah, mungkin karena aku terlalu sedih karena bad feelingku benar terjadi. Walaupun dengan ada atau tiada feelingku sebenarnya ga berpengaruh dengan apa yang memang harus terjadi, tapi ga ngertilah. Rasa ga enak hati itu selalu saja hinggap. Maafin aku mas arif! Aku tahu kau sangat kehilangannya. Andai bisa kembali ke masa itu menggunakan mesin waktu, aku akan memaksa feelingku untuk dapat diswitch menjadi good feeling. Hehe ga mungkin banget yach? Ah, aku ga ngerti harus berbuat apa untukmu mas. Yang aku bisa lakukan saat ini hanya mengusikmu dengan kekacauan-kekacauan kecilku. Aku ingin sekali menemukan samudera dan membawakannya untukmu. Ga hanya sekadar laut, tapi samudera yang terlalu angkuh untuk diarungi. Tapi dimana aku bisa menemukannya? Samudera yang bisa menenggelamkan hatimu dalam keangkuhannya. Samudera yang bisa membuatmu sangat bersemangat untuk menaklukkannya. Samudera yang dapat membuatmu menjadi hero karena mampu mengarungi keluasannya.

Anyway, aku tetap ga mau terlalu percaya dengan bad feeling, terutama saat ini. Entah mengapa intensitasnya semakin tinggi saja. Pengaruh alergi tampaknya sudah semakin hebat mendera tubuhku. Orang dapat saja bilang itu hanya kecemasanku semata. Tapi, akulah yang paling merasai ketika perubahan-perubahan terjadi pada tubuhku. Hanya aku yang sangat tahu kapan perubahan-perubahan itu terjadi. Kapan adrenalineku meningkat, kapan aku mulai mengalami gangguan emosi serta cemas dan panik yang berlebihan, kapan aku mengalami gangguan tidur dan gangguan-gangguan lainnya. Sebuah kombinasi yang sangat bagus untuk terjadinya sebuah bad feeling. Just enjoy your life! Kita ga akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok bila kita menyerah hari ini. Aku yakin aku dapat menemukan hidupku yang dipenuhi good feeling, someday...  

                            

Comments

Hi...., kayaknya sementara laut dulu lah...... Udah kebawa mimpi nih Im....

terserah deh mas. abizznya samuderany jg susah ditemuin hehe...

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .