Speak English, Please!
Weekend yang lalu lagi-lagi harus
dihabiskan di tempat kekuasaan 'jenderal' Bagyo dan 'jenderal' Widodo – Gedung
Pusbang, Kaliurang. Kali ini acaranya adalah English Course Camp. Walaupun ga
banyak yang bisa ikut tapi ga mengurangi esensi acara. Selain ada beberapa
participant non English course student, fasilitator dosen-dosen dari English
Department UAD, hadir pula English course teacher, Mr Kees dan Mrs Wendy yang
native Aussie. Selama acara berlangsung, seluruh personel yang terlibat wajib
bin kudu ngomong pake bahasa Inggris. Acara tersebut memang dikemas sebagai
wahana belajar meningkatkan kemampuan ngomong Inggris teman-teman yang ambil
kursus Inggris di PPM. Sampai kultum pun tetap harus pake bahasa Inggris. Semua
peserta dilatih biar pede ngomong Inggris, ga peduli dengan grammar yang
acak2an, vocab yang minim, pokoke belajar speak English.
Acara
tersebut dibuka oleh headmaster Mr. Sayuti, dilanjutkan dengan taaruf dan
kontrak belajar yang dipandu oleh fasilitator (standar banget kan?). Setelah
itu dilanjutkan nonton film dan bakar jagung (yang ini asyik banget). Film yang dipilih untuk dikritisi
malam itu adalah filmnya Will Smith, Pursuit of Happyness. Film yang
diangkat dari kisah nyata ini menceritakan tentang perjuangan Chris Gardner
untuk memburu kebahagiaannya. Satu kalimat yang aku ingat banget di
film itu adalah ketika Chris Gardner bicara dengan his son, Christoper. "If you're happy, I'm
happy." Yach, memang kebahagiaan itu bukan terletak pada diri kita
sendiri. Tapi bahagia adalah ketika melihat orang yang kita sayangi bahagia. Hidup
tersusun dari banyak bagian yang serupa potongan-potongan puzzle. Terserah
bagaimana kita menyusunnya, bentuk apa yang kita susun, bagian mana yang kita
inginkan untuk menjadi pondasinya. Apapun bentuk bangunannya, itulah hidup
kita. Semua yang menentukan adalah diri kita. Begitulah pendapatku saat diskusi
dengan teman-teman satu kelompok. Meski Linda, istri Chris Gardner telah
meninggalkannya, Chris Gardner tak putus asa untuk tetap mendapatkan
kebahagiaan. Hidup yang amat keras tidak membuat Chris Gardner berhenti
berjuang. Film ini bagus untuk menumbuhkan semangat hidup agar jangan pernah
menyerah meski sebentar saja.
Setelah diskusi film berakhir, Mrs
Wendy memberikan challenge untuk semua participant. Challenge yang pertama
adalah mencari padanan kata 'activist' dalam bahasa Inggris coz kata 'activist'
mempunyai konotasi yang buruk. Kata aktivis sangat common bila
digunakan di Indonesia, tapi di luar negeri tidak demikian. Challenge yang
kedua adalah menerjemahkan assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
dalam bahasa Inggris. Challenge ini kemudian dijadikan homework. Acara
selanjutnya dilanjutkan dengan bakar jagung di halaman rumput. Lumayanlah untuk
menghangatkan badan plus ngisi perut sebelum tidur. Hiks sayang, bumbu jagung
bakar buat alergiku kambuh. Sepertinya itu bumbu banyak banget pake MSG sampe
lidahku jadi belang-belang deh. Walau acaranya dikemas cukup santai, tapi tetap
speak English lah yaw!
Keesokan harinya – Sunday morning – diisi dengan senam ringan plus jalan-jalan sampe tugu Kaliurang. Menghirup udara kaki gunung Merapi yang segar nan dingin sembari melemaskan kaki yang lama ga dipake untuk olahraga. Setelah sarapan, acara pun dilanjutkan kembali di aula. Kali ini acaranya adalah belajar dengerin lagu berbahasa Inggris dipandu oleh Mrs. Wendy. Wah, ternyata susah juga ya, banyak yang salah niiy. Selepas dengerin lagu, dilanjutkan dengan diskusi bersama Mr. Muttaqin dari MPK PPM yang tetap dikemas dengan game-game menarik. Setelah puas mengeluarkan argumen, dilanjutkan dengan adictation (bener ga sih nulisnya) yang dipandu oleh Mrs. Wendy. Session ini ternyata bikin cape banget karena harus mengerahkan tenaga untuk lari bolak-balik. Saat banyak yang udah kecapean, Mr Kees kembali menyegarkan suasana dengan mengajak seluruh peserta bermain origami bikin Mr. Frog. Ketika hari beranjak siang, usai sudah rangkaian acara English Course Camp. Walaupun acara sudah selesai, tapi tetap speak English. Semua berjanji akan berusaha ngomong pake bahasa Inggris ketika ketemu untuk improve our English. Speak English, please!

Comments