« It's About My Interest | Main | Politik 'Kampung'an »

June 09, 2008

Ga Penting Apa Makanannya

Suatu siang di lab rekayasa, ada obrolan ringan mengenai alergi antara aku, Danu adik tingkat yang lagi penelitian di lab reka, dan pak Rachmat sang teknisi. Danu sudah menderita alergi semenjak ia kecil. Lain halnya dengan aku yang baru 6 tahun ini merasakan repotnya menghadapi alergi. Sedangkan pak Rachmat ga punya pengalaman menghadapi alergi. Aku dan Danu ternyata sama-sama menderita lebih dari 1 alergi. Bedanya Danu sudah menjalani tes alergi sehingga tahu benar apa saja alerginya, sedangkan aku sama sekali belum pernah. Bukannya aku ga mau, tapi males aja ke dokter. Aku males debat ma dokter dan males minum obat. Ginjal ma liverku bisa kalah dicekoki obat terus-terusan.

 

Danu bercerita bahwa dia alergi dengan debu, makanan, dan obat-obatan tertentu. Tidak hanya alergi pada 1 jenis makanan, tetapi berbagai macam jenis makanan. Sedangkan aku, 3 tahun lalu dokter menduga aku alergi terhadap MSG setelah aku melaporkan observasiku selama berbulan-bulan. Aku juga alergi dengan salah satu jenis antibiotik, dan bahan kimia tertentu. Mengenai alergi bahan kimia, sementara masih dalam dugaanku saja. Yach, sebuah roti kering telah membuat lidah dan tenggorokanku menjadi tak karuan. Entah senyawa kimia apa yang terkandung dalam roti itu.

 

Mengenai alergi terhadap makanan, aku sepakat dengan Danu bahwa solusinya bukan dengan menghindari makanan penyebab alergi. Terlalu strict dengan apa yang akan dimakan hanya buat capek. Aku ga mungkin selalu menghindari MSG. Apalagi ketika beraktivitas di luar rumah. Pilihanku hanya ada dua, memprotek diri dari makanan yang mengandung MSG sehingga ga jadi makan dengan resiko maagku kambuh atau sembarangan makan dengan resiko alergiku kambuh. Dan aku lebih memilih opsi yang terakhir. Daripada aku mual sepanjang hari, ulu hati berasa seperti kram, pusing, dan bisa muntah darah, mending alergiku aja yang kambuh. Toh ga jelas juga apa manifestasinya. It's a challenge. Nikmati aja apa yang akan terjadi. Daripada stress mikir mo makan apa, apapun makanannya dimakan aja.  Kalo alerginya parah ya kepaksa minum obat. Kalo ga parah ya biarin aja deh. Syukur-syukur ga kambuh alerginya. So ga lagi penting apa makanannya.

                            

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .